Selasa, 02 September 2014

Long Distance Relationship

Saya menjalani LDR sudah hampir 5 tahun. Jarak antara Semarang-Purwokerto, dan sekarang antara Jakarta-Purwokerto. Hal ini dikarenakan si dia yang berkuliah di Purwokerto dan saya di Semarang. Karena kuliah saya di Semarang sudah selesai, sekarang saya kembali melanjutkan kuliah saya di Jakarta. Semakin jauh saja jarak antara kami, tapi kami terima. Kami yakin bahwa pendidikan lebih penting dari hubungan kami, yaa .. hubungan kami nomor 2 setelah pendidikan.

Awalnya saya sulit menjalani LDR, dengan komunikasi yang minim, intensitas pertemuan juga sangat minim, kami sering mengalami pasang surut. Ketika pasangan lain sedang berbahagia dengan intensitas pertemuan yang dekat dan komunikasi yang lebih sering dari kami, kami sedang berusaha bertahan menjalani hubungan diantara pendidikan dan LDR. Sulit memang, tidak mudah menjalani LDR. Pasangan lain dapat sering pergi bareng, makan, nonton, foto, kami tidak. Kami bertemu 2-3 bulan sekali, tidak jarang juga 4 bulan kami baru bertemu.

Jika ada masalah, kami tidak dapat menyelesaikan secara langsung. Hanya mmpu mnyelesaikan lewat telepon, itupun hingga berlarut-larut. Tapi kami menikmati semua proses ini, saya yakin .. Jika saya menginginkan hasil yang baik, yang besar, saya harus mengalami kesulitan dahulu. Inilah proses yang harus saya jalani. LDR memang tidak mudah, tapi akan menjadi sangat mudah ketika kita yakin dan percaya kepada komitmen. LDR bukan hubungan yang main-main. Jika kita ingin main-main, untuk apa kita menjalani hubungan ditengah jarak yang membentang antara kami ? Jika tidak serius, jangan pernah bermain-main dengan LDR. Karena disini, pembuktian cinta diuji. Apakah jarak dapat mempertebal cintamu padanya, ataukan semakin membuat cintamu memudar ?

Komitmen, kesetiaan, kepercayaan, kasih sayang, semua menyatu dalam LDR. Tidak ada yang sia-sia ketika kamu berusaha semampumu untuk tetap bertahan dalam keadaan ini hingga takdir yang akan menjawab semua kesabaranmu. Cita-cita dan cinta, adalah suatu yang penting. Jangan pernah melepaskan salah satunya, genggamlah keduanya hingga kalian sukses dalam karir dan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar