Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Akhirnya ulat kecil ini berubah menjadi kepompong. Ia sangat tidak sabar untuk segera menjadi kupu-kupu, dan terbang melihat dunia. Setiap hari ia menantikan kapan prosesnya ia menjadi kupu-kupu ? Sedangkan teman-temannya yang menjadi kepompong bersamanya sudah lebih dulu bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Ulat kecil yang sekarang menjadi kepompongpun menanti. Ia terus menanti dengan sabar, menanti bahwa akhirnya ia akan menjadi kupu-kupu. Dalam penantiannya itu, ia mendengar kabar bahwa temannya yang menjadi kepompong sudah meninggal. Temannya meninggal sebelum berhasil menjadi kupu-kupu. Kepompong kecil inipun bersedih, keyakinannya mulai goyah. Ia berpikir, "apakah tidak semua kepompong akan menjadi kupu-kupu ? Apakah mungkin aku juga akan mengalami nasib yang sama dengan temanku ? terus menjai kepompong, terpenjara dari dunia luar hingga akhirnya aku mati tak berdaya".
Namun ia segera menepis pikiran negatifnya itu. Ia yakin bahwa suatu hari, ia mampu bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik. Ia dapat melihat dunia, dapat terbang bebas dilangit biru. Meskipun proses yang ia lalui lebih lambat dari teman-temannya yang lain, ia tetap percaya mungkin Tuhan memerlukan waktu yang lebih banyak untuknya mempersipkan diri melihat dunia luar. Bulan berganti bulan, ia tetap sabar menjalani semuanya. Hingga akhirnya, tibalah waktu untuknya menjadi seekor kupu-kupu. Perlahan-lahan ia keluar dari sarung kepompongnya. Perlahan-lahan ia membuka mata dan mencoba mengepakkan sayapnya. Ia sangat bahagia, ini kali pertamanya untuk terbang.
Kupu-kupu lainnya melihat ia dengan takjub, betapa sayapnya lebih indah dibanding mereka. Sayapnya yang cantik membuat iri semua kupu-kupu yang memandang. Tidak pernah mereka melihat kupu-kupu seindah itu. Bunga-bungapun menanti untuk dihinggapi olehnya. Kini kupu-kupu cantik itupun mencoba untuk menjelajahi dunia. Melihat indah dan kerasnya dunia. Setiap ia hinggap di suatu daerah, ada banyak sekali kupu-kupu yang iri dan tidak suka padanya karena ia lebih cantik dari kupu-kupu di daerah manapun. Kupu-kupu cantik inipun tak pernah membalas mereka yang berusaha menjatuhkannya. Ia justru tersenyum dan berterima kasih kepada mereka yang tidak suka kepadanya. Kupu-kupu ini yakin, bahwa mereka yang iri padanya justru tidak lebih baik dari dirinya. Mereka hanya iri atas apa yang dimiliki olehnya.
Kupu-kupu ini lantas kembali terbang, tinggi ... tinggi ... jauh lebih tinggi dari sebelumnya. "Ahh ... apalah mereka yang tidak menyukaiku karena kelebihan yang aku miliki, aku lebih memilih untuk menikmati kehidupanku. Telah lama proses yang ku lalui untuk menjadi seekor kupu-kupu. Hingga akhirnya Tuhan menjawab semua doa dan kesabaranku. Ia memberiku sesuatu yang lebih istimewa, aku sangat mensyukuri apa yang kumiliki sekarang, tanpa aku memperdulikan omongan orang diluar sana. Karena aku adalah kupu-kupu yang dilahirkan dari kesukaran dan waktu yang panjang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar